Rabu, 25 Mei 2011

KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DI INDONESIA

Berbicara tentang perekonomian Indonesia, yang akan terpikir di benak kita adalah tentang kondisi dan keadaan ekonomi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB). pendapatan nasional dan PDB yang tinggi menandakan kondisi perekonomian suatu negara sedang bergairah.pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia.

Yang pertama adalah kebijakan fiskal. kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). kebijakan fiskal mempunyai berbagai bentuk. salah satu bentuk kebijakan fiskal yang sedang marak adalah BLT. banyak orang melihat BLT hanya bantuan kepada orang yang kurang mampu. sebenarnya di balik itu ada tujuan khusus dari pemerintah. BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, daya beli masyarakat juga meningkat. dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang pada akhirnya akan memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.

Kebijakan yang kedua adalah kebijakan moneter. kebijakan moneter adalah kebijakan dengan sasaran mempengaruhi jumlah uang yang beredar. jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh Bank Indonesia. selain dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga bisa menggunakan BI Rate. BI rate adalah instrumen dari pemerintah untuk acuan seberapa besar bunga simpanan jangka pendek, misalnya Surat Berharga Indonesia. biasanya bank-bank umum akan menaikkan atau menurunkan suku bunganya seiring dengan naik atau turunnya BI Rate. maka dari itu, saat BI Rate diturunkan, suku bunga kredit juga turun, sehingga biaya investasi ikut turun. dari sini, diharapkan investasi meningkat. kebijakan moneter juga berpengaruh dalam perdagangan internasional dengan mengendalikan tarif ekspor impor. jika tarif impor naik, dorongan untuk impor berkurang. jika tarif impor turun, dorongan untuk impor bertambah dan harga barang-barang impor menjadi lebih murah.

http://penxpower.wordpress.com/2009/02/20/berbagai-kebijakan-pemerintah-dalam-perekonomian-indonesia/

http://dinitriwardani.wordpress.com/2009/03/27/kebijakan-pemerintah-dalam-perekonomian-indonesia/

Senin, 02 Mei 2011

Perbedaan PDB Indonesia dengan Malaysia

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pendapatan per kapita penduduk Indonesia tahun ini bisa mencapai US$3.000. Pendapatan ini naik dibanding tahun lalu yang hanya US$2.600.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, dalam setahun pendapatan per kapita penduduk Indonesia naik US$400, karena terbantu oleh pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai enam persen tahun ini.

"Dengan asumsi realisasi pertumbuhan ekonomi 6,0 persen, pendapatan per kapita US$3.000 bisa sampai," kata Rusman kepadaVIVAnews.com di Jakarta.

Meski sudah mencapai angka US$3.000, menurut dia, pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih lebih rendah dibanding negara tetangga, seperti Malaysia yang sudah di kisaran US$10.000.

Menurut Rusman, bila dibandingkan secara relatif di kawasan Asean, pendapatan per kapita tertinggi adalah Brunei Darussalam, sedangkan Indonesia menduduki peringkat kelima. Berikutnya setelah Brunei adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Laos, Burma, dan Kamboja.

"Brunei tertinggi karena hitungan dari PDB (produk domestik bruto) atas jumlah penduduknya sedikit. Sedangkan Indonesia dengan PDB besar, tapi jumlah penduduk juga relatif terbanyak," kata Rusman.

Mengacu data World Development Indicators Database yang dirilis Bank Dunia 2009, Malaysia berada di urutan ke-79 dengan PDB per kapita sebesar US$13.740 per tahun, Indonesia tercantum berada di urutan ke-146 dengan US$3.830 per tahun.

Artinya, dari porsi kekayaan, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.

Tapi Rusman mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah juga membantu kenaikan pendapatan per kapita Indonesia. "Faktor kedua adalah (pendapatan) per kapita terbantu dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah," kata dia.

Rusman juga menjelaskan bahwa bila kekuatan ekonomi dibandingkan dari potensi ekonomi, secara keseluruhan kekuatan ekonomi Indonesia jauh lebih besar dari Malaysia. Saat ini, data BPS mencatat, PDB Indonesia cukup tinggi di Asean.

Secara resmi angka PDB dan pendapatan per kapita ini nantinya oleh BPS akan diumumkan pada pertengahan Februari 2011.



2. Perbedaan Data Kemiskinan antara Provinsi DKI Jakarta dengan Provinsi Bali

Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di DKI

Jakarta pada bulan Maret 2010 sebesar 312,18 ribu (3,48 persen). Dibandingkan

dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2009 yang berjumlah 323,17 ribu (3,62

persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 10,99 ribu. Hal ini disebabkan

antara lain oleh:

a) Kondisi ekonomi makro yang relatif stabil dimana pertumbuhan ekonomi triwulan

1 tahun 2010 mencapai angka 6,21 persen.

b) Pada bulan Januari – Maret 2010 inflasi sebesar 0,92 persen.

c) UMP di DKI Jakarta terjadi peningkatan dari 1.069.865 rupiah pada tahun 2009

menjadi Rp 1.118.009 pada 2010.

Garis Kemisknan (GK) tahun 2010 sebesar Rp 331.169 per kapita per bulan, lebih

tinggi dibanding GK tahun 2009 yang sebesar Rp 316.936 per kapita per bulan.

Komposisi Garis Kemiskinan menunjukkan bahwa Garis Kemiskinan Makanan sebesar

Rp 213.487 (64,46 persen) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan sebesar Rp 117.682

(35,54 persen).

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah

beras, rokok kretek filter, daging ayam ras dan telur ayam ras. Komoditi Non-Makanan

yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan dan

listrik, pemeliharaan kesehatan, dan pendidikan.

Keadaan tahun 2010 dibanding dengan keadaan tahun 2009 :

a. Angka kemiskinan (P0) turun 0,14 poin dari 3,62 persen menjadi 3,48 persen.

b. Rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan (P1)

menurun dari 0,57 menjadi 0,45.

c. Ketimpangan pengeluaran penduduk miskin (P2) semakin menyempit yaitu dari 0,14

menjadi 0,11.

BPS PROVINSI DKI JAKARTA 2

Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. 21/07/31/Th. XII, 1 Juli 2010 :

1. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010

Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2010 sebesar 312,18 ribu orang

(3,48 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 sebesar 323,17 ribu orang

(3,62 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 10,99 ribu. Hal ini disebabkan antara

lain oleh:

a. Kondisi ekonomi makro yang relatif stabil dimana pertumbuhan ekonomi triwulan 1 tahun

2010 mencapai angka 6,21 persen.

b.Pada bulan Januari–Maret 2010 inflasi sebesar 0,92 persen.

c.UMP di DKI Jakarta terjadi peningkatan dari 1.069.865 rupiah pada tahun 2009 menjadi

1.118.009 rupiah pada 2010

Garis Kemiskinan di Provinsi Bali Menurut Klasifikasi Daerah Tahun 2000 - 2010

Tahun

Garis Kemiskinan

Kota

Desa

Kota+Desa

(1)

(2)

(3)

(4)

2000

95 826

82 413

-

2001

105 515

90 745

-

2002

145 650

118 463

130 586

2003

158 415

130 668

141 179

2004

158 639

136 166

-

2005

166 962

136 897

152 519

2006

174 038

142 579

161 763

2007

179 141

147 963

165 954

2008

190 026

158 206

176 569

2009

211 461

176 003

196 466

2010

222 868

188 071

208 152

Sumber: Bali Dalam Angka 2010

Berdasarkan data per Maret 2010, Provinsi Bali ''mengoleksi'' 174.930 jiwa penduduk miskin. Jika dikomparasikan dengan populasi penduduk Bali yang mencapai 3,5 juta jiwa, maka persentase penduduk miskin itu berada di level 4,88 persen.

Selain masalah penduduk miskin, Bali juga dibelit masalah pengangguran. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengangguran 75.635 orang. Rinciannya, 11.718 orang penggangguran (15,49 persen) berkualifikasi lulusan universitas, 7.079 orang (9,36 persen) berkualifikasi akademi/diploma, 17.032 orang (22,52 persen) berkualifikasi SMK, 21.482 orang (28,40 persen) berkualifikasi SMA, 9.080 orang (12,00 persen) berkualifikasi SMP dan 9.244 orang (12,22 persen) berkualifikasi SD ke bawah. Lantas, apa langkah-langkah strategis yang ditempuh Pemprov Bali guna memangkas jumlah penduduk miskin dan pengangguran di Bali?

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Bali Ir. I Nengah Suarca, M.Si. mengatakan jumlah penduduk miskin di Bali berfluktuasi dari tahun ke tahun. Hal itu erat kaitannya dengan kondisi perekonomian Bali yang sebagian besar tergantung dari sektor pariwisata. Dengan kata lain, keterpurukan sektor pariwisata yang terjadi pascatragedi bom Bali I dan II, memberi tamparan sangat telak bagi perekonomian Bali secara menyeluruh. Bukan hanya pekerja di sektor pariwisata, juga mendatangkan dampak negatif bagi pekerja di sektor lainnya seperti industri kecil-menengah, perdagangan bahkan pertanian. Namun dengan kerja keras pemerintah bersama dunia usaha, maka ekonomi Bali berangsur-angsur mulai normal. Sejalan dengan itu, jumlah warga miskin juga berangsur-angsur berkurang.

sumber : http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=40252

http://bali.bps.go.id/tabel_detail.php?ed=119&od=6&id=6

www.bps.go.id

Kamis, 24 Maret 2011

AKU BANGGA EKONOMI INDONESIA

PENDAHULUAN

Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan lebih kurang 195.000.000 sampai dengan 200.000.000 juta Ha. keadaan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan bagi perekonomian kita.

Kenyataan kedua adalah, bahwa Indonesia hanya mengenal dua musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan indusri menjadi sangat spesifik sifatnya.

Kenyataan ketiga adalah, negara Indonesia kaya akan bahan tambang, dan seperti setelah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita 'berani' ditetapkan sebesar 7,5% (masa Repelita II ).

Kenyataan keempat adalah, bahwa wilayah Indonesia menempati posisis yang sangat strategis, terletak diantara dua benua dan benua samudra dengan segala perkembangannya.

Jika tengok sejarah mengenai pertumbuhan penduduk di Indonesia sebelum Orde Baru, pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi lebih kurang 2,8%. Dan setelah pemerintahan Orde baru menyadaribahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi, maka mulai Repelita I sampai dengan Repelita IV, pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1% sampai dengan 2,3% dan 1,9% diperkirakan untuk Repelita selanjutnya.

1.1 PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2010

Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 6,1 persen dibanding tahun 2009. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan pada tahun 2010mencapai Rp2.310,7 triliun, sedangkan pada tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp2.177,7 triliun dan Rp2.082,5 triliun. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB tahun 2010 naik sebesar Rp819,0 triliun, yaitu dari Rp5.603,9 triliun pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp6.422,9 triliun pada tahun 2010.

Berdasarkan data kemiskinan yang terakhir diterbitkan Badan Pusat Statistik, yang selanjutnya disebut BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia, pada tahun 2006 terjadi peningkatan angka kemiskinan yang tak terduga. Ada dua hal yang menjadi penyebab utama kenaikan tersebut, yaitu akibat krisis pangan yang diindikasikan dengan melonjaknya harga beras. Penyebab kedua adalah krisis energi yang diindikasikan oleh kenaikan harga BBM. Diperkirakan kenaikan sekitar 33 persen harga beras yang dikonsumsi kaum miskin, antara bulan Februari 2005 dan Maret 2006, yang sebagian besar menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin menjadi 17,75 persen.

Harga BBM mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, baik konsumsi langsung dan tidak langsung. Karena dampak dari perubahan harga BBM ini mempengaruhi distribusi, transportasi, biaya produksi sehingga berpengaruh juga pada harga-harga barang yang lain.


1.2 PDRB dan Pendapatan Regional per Kapita Termasuk Migas 2005 – 2009 (Rupiah)

Salah satu indikator yang dapat digunakan sebagai alat mengukur kemajuan pembangunan ekonomi suatu daerah adalah pendapatan per kapita. Angka ini diperoleh melalui nilai nominal PDRB dikurangi pajak tak langsung netto dan dikurangi lagi penyusutan kemudian dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Pendapatan regional per kapita Riau termasuk migas atas dasar harga berlaku adalah sebesar 55,04 juta rupiah tahun 2009 lebih besar dari angka tahun 2008 sebesar 48,69 juta rupiah. Begitu juga dengan pendapatan regional perkapita atas dasar harga konstan 2000, tahun 2008 sebesar 16,05 juta rupiah kemudian naik menjadi 16,15 juta rupiah pada tahun 2009. Sementara itu bila diamati pendapatan regional per kapita tanpa migas atas dasar harga berlaku juga terjadi peningkatan dari tahun 2008 sebesar 26,27 juta rupiah menjadi 30,87 juta rupiah pada tahun 2009, demikian pula bila diamati atas dasar harga konstan 2000 telah terjadi peningkatan dari 7,50 juta rupiah di tahun 2008, kemudian naik menjadi 7,81 juta rupiah pada tahun 2009.

Tabel PDRB dan Pendapatan Regional per Kapita Termasuk Migas 2005 – 2009 (Rupiah)

Berikut adalah daftar ekonomi provinsi-provinsi di Indonesia yang disusun menurut produk domestik regional bruto(PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku. Data di sini adalah data untuk tahun 2008 yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik.

1.3 Peta Perekonomian Dunia

Berikut negara-negara yang perekonomiannya diperkirakan bakal bersinar pada 2011 :

1. Qatar

Selain Uni Emirat Arab (Dubai), Qatar adalah salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang mampu mencuri perhatian dunia. Qatar terkenal sebagai negara kaya raya penghasil minyak bumi dan eksportir LNG terbesar dunia. Minyak bumi menyumbang 60% penerimaan pemerintah dan 70% PDB negara yang berbentuk monarki ini.Saat negara-negara di dunia terpuruk pada 2010, Qatar melaju ke sisi sebaliknya. Pada 2010 Qatar menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. Qatar bahkan melakukan ekspansi di luar negeri dengan membeli pusat pertokoan Harrods di London hingga membeli hak paten kaus jersey klub sepak bola terkemuka dunia, Barcelona, selama lima tahun dengan harga sekitar US$225 juta.

2. Ghana


Ghana adalah sebuah negara kecil di Afrika Barat. Negara yang merupakan penghasil cokelat terbesar di dunia ini mulai mencuri perhatian dunia ketika pada 2010 pertumbuhan ekonominya diprediksi menembus angka 6,7% dan pemerintahannya dinilai memiliki komitmen yang sangat besar sehingga mampu menurunkan inflasi sampai mencapai titik terendah selama tiga tahun terakhir.

Minyak adalah salah satu alasan Ghana diprediksi mampu menjadi negara yang bersinar pada 2011. Minyak menjadi penyebab pertumbuhan Ghana akan dua kali lipat dibanding pada 2010. Ladang minyak mentah baru ditemukan oleh Ghana pada 2007 dan mulai beroperasi pada pertengahan Desember 2010 ini. Hasil minyak pertama Ghana akan siap diekspor pada Januari 2011. Ladang minyak Jubilee menjadikan Ghana negara penghasil minyak terbesar di Afrika, dengan kandungan sekitar 1,5 miliar barel minyak. Pendapatan dari minyak diperkirakan sebesar US$1 miliar per tahun, dengan pada tahun pertama akan menghasilkan sekitar US$400 juta.


3. Turkmenistan


Negara ini adalah negara pecahan Uni Soviet yang terletak di Asia Tengah. Negara yang menganut prinsip politik partai tunggal ini merupakan negara dengan cadangan gas terbesar keempat di dunia. Selain gas, negara ini juga memiliki cadangan minyak yang cukup. Di bidang pertanian, Turkmenistan mengandalkan kapas sebagai salah satu komoditas utamanya. Maka tak heran jika Turkmenistan termasuk dalam 15 produsen kapas terbesar dunia.

Pada 2010 pertumbuhan perekonomian Turkmenistan diperkirakan mampu menembus angka 7,5%. Gas adalah alasan utama tingginya pertumbuhan di negara yang kini dipimpin oleh Presiden G. Berdimuhammedow ini. Turkmenistan tahun lalu telah berhasil membangun jaringan pipa ke Cina dan mulai mengekspor ke Iran. Pada tahun depan Turkmenistan berencana membangun jaringan pipa trans-Afghanistan, untuk dapat meraih pasar di India dan Pakistan.


4. Etiopia & Eritrea


Dua negara ini terletak di kawasan Afrika. Eritrea dulunya adalah bagian dari Etiopia yang kemudian meraih kemerdekaan pada tahun 1993 setelah perang berkepanjangan selama tiga puluh tahun. Kedua negara yang bertumpu pada sektor pertanian ini memiliki performa yang cukup menarik sepanjang 2010.

Etiopia, meski terkenal sebagai salah satu negara miskin di dunia, tetapi sejatinya pertumbuhan ekonomi Etiopia cukup baik, bahkan Etiopia masuk dalam negara kelima dengan pertumbuhan ekonomi yang baik menurut The Economist. Yang sangat menarik dari negara yang 41% PDB-nya berasal dari pertanian ini adalah tidak adanya sektor swasta ataupun hak paten, dengan segala yang ada dalam negara tersebut adalah milik negara dan rakyat. Seluruh tanah di Etiopia dimiliki oleh negara, para warga hanya bertindak sebagai penyewa dengan masa sewa selama 99 tahun.


5. Cina

Dapat dikatakan, 2010 adalah tahunnya Cina. Negeri ini telah berevolusi menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Bahkan, nilai ekonomi Cina menjadi yang terbesar kedua di dunia yakni US$1,33 triliun, menyingkirkan Jepang yang sebelumnya berada di posisi tersebut. Mata uang Cina, renminbi, pun menuai kontroversi, dengan terjadinya perang mata uang antara Cina dan Amerika Serikat, yang dolarnya melemah sepanjang 2010 ini.


Perekonomian Cina pada 2010 diperkirakan menembus angka 10%. Namun, pada 2011, perekonomian Cina diprediksi mengalami perlambatan. Para ahli memprediksi hal ini diakibatkan pertumbuhan Cina pada 2010 telah cukup tinggi hingga menjadi dasar yang sukar dilampaui. Selain itu, dunia masih mempertanyakan kebijakan ekonomi Cina. Sebagai negara komunis, kebijakan Cina sempat membuat khawatir banyak investor karena sulit diprediksi dan kurang transparan.

Untuk 2011, The Economist memprediksi ekonomi Cina akan tumbuh 8,9%, sementara Economy Watch memperkirakan Cina akan mampu tumbuh sebesar 9,91%. Warta Ekonomi sendiri menilai pertumbuhan Cina tidak akan setinggi 2010, berkisar antara 9,5% hingga 10%. Hal ini karena pada 2011 perekonomian dunia akan mulai pulih. Banyak negara berkembang yang mencoba merebut lahan Cina di pasar barang murah.


6. India


India adalah negara Asia lainnya yang juga menjadi raksasa ekonomi dunia. Ketika krisis global 2008, ekonomi India mampu tumbuh menembus angka 6,8%, dan 7,3% pada 2009. Pada 2010, International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi India akan terus berlanjut dan menembus angka 9,7%.
Salah satu industri yang dipegang oleh India adalah industri baja. Industri ini pada 2010 mampu tumbuh hingga 9% dan menyumbang 5% dari PDB India. Begitu pentingnya sektor ini, membuat India bahkan memiliki kementerian khusus baja. Selain baja, industri otomotif India juga mulai berkembang. Mobil murah menjadi andalan produsen otomotif dari India. Tata Nano menjadi pionir mobil murah dunia.

Pada 2011 pertumbuhan ekonomi India tampaknya akan sedikit melemah. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi India pada 2011 mencapai 8,4%, sementara The Economist memprediksi 8,6% dan Economy Watch 8,43%.
Dalam dua tahun belakangan, sektor industri manufaktur memang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi India. Namun, sektor konsumsi tetap menjadi tulang punggung negeri yang terkenal dengan sebutan Hindustani ini.


7. Laos

Negara yang masuk ke dalam wilayah Asia Tenggara ini membuat banyak negara terkejut. Pasalnya, meski kecil, tetapi pertumbuhan ekonominya hampir menyamai Cina. Pada 2009, negara yang menjadi tuan rumah SEA Games 2009 ini mampu tumbuh sebesar 6,4% dan menjadi negara kedua dengan pertumbuhan tertinggi di Asia setelah Cina.

Pada 2010 Asian Development Bank (ADB) memprediksi Laos akan mampu tumbuh sebesar 7,4%. Sektor bahan tambang, pembangkit listrik, dan ekspor garmen menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar, bahkan garmen mampu tumbuh sebesar 15%. Cina, Thailand, dan Eropa menjadi konsumen utama untuk emas, tembaga, garmen, dan listrik yang diproduksi oleh Laos.

Pada 2011, ADB memprediksi pertumbuhan ekonomi Laos akan sedikit menguat ke angka 7,5%, sementara The Economist lebih optimistis dengan memprediksi pertumbuhan ekonomi Laos akan menembus angka 7,9%. Tiga sektor utama pertumbuhan pada 2010 akan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Laos.

8. Uzbekistan


World Bank (WB) memprediksi negara yang juga pecahan Uni Soviet ini akan tumbuh sebesar 6,5% pada 2010 dan 2011. Namun, The Economist lebih yakin bahwa negara yang beribu kota di Taskent ini mampu tumbuh hingga 8,1% dan menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. Tingginya pertumbuhan di Uzbekistan disumbang oleh pembangunan infrastruktur yang sedang digiatkan oleh pemerintah Uzbekistan sebagai program pengentasan kemiskinan. Uzbekistan juga kaya akan emas. Ketika masih menjadi anggota Uni Soviet, Uzbekistan memproduksi sepertiga emas Uni Soviet. Selain emas, Uzbekistan juga negara yang kaya akan gas alam.
ADB memprediksi pada 2011 Uzbekistan akan mampu tumbuh sebesar 9%. Namun, The Economist sedikit lebih berhati-hati, dengan memprediksi Uzbekistan akan mampu tumbuh sekitar 7,7%. Prediksi European Bank for Reconstruction and Development (EBRD) tak jauh berbeda, yakni sekitar 7%.


9. Irak

Negara yang sedang dalam pemulihan ini merupakan negara yang kaya akan minyak. Produksi minyak Irak bahkan mencapai 90% dari pengeluaran pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Irak sangat bergantung pada sektor minyak.Dengan adanya sumber daya minyak yang melimpah ruah, Irak tetap memiliki dana untuk membangun negaranya. Kini setelah hampir tujuh tahun keruntuhan sang diktator, Irak mulai bangkit. Emas hitamnya menarik banyak investor. Tak heran jika IMF memprediksi pertumbuhan Irak pada 2010 mencapai 7,3%.


10. Mozambik

Afrika kini tengah dalam sorotan mata dunia. Pasar yang masih terbuka luas dan sumber daya alam yang melimpah menjadikan Afrika layak mendapat perhatian lebih. Hal ini pula yang terdapat pada Mozambik. Meski pertumbuhan ekonominya pada 2009 sempat mengalami perlambatan menjadi 5,4% dari 6,8% pada 2008, tetapi pertumbuhan di negara yang memiliki potensi tinggi di sektor pertanian ini diperkirakan akan tetap tinggi.

Business Monitor International memprediksi pada 2010 Mozambik akan mampu tumbuh sebesar 5,5%, dengan sebagian besar pertumbuhan ekonomi disumbang oleh sektor pertambangan. Untuk 2011, Economy Watch memprediksi bahwa Mozambik akan mampu tumbuh hingga 7,5%. Hal ini disebabkan peta perekonomian Mozambik mulai berubah karena banyaknya perusahaan minyak asing yang berinvestasi di negara yang kaya akan minyak ini.



Jika dicermati, kesepuluh negara yang akan menjadi calon bintang di 2011 ini terdapat satu kesamaan. Hampir seluruh negara merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, terutama di sektor energi. Hal ini sesuai dengan prediksi para ahli ekonomi dunia bahwa pada 2011 harga energi dan bahan tambang akan melonjak, seiring dengan meningkatnya permintaan global.

1.4 Tabel

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita menurut provinsi dan kab/kota 2005



Kesimpulan :

Perekonomian dunia maupun perekonomian Indonesia saat ini sedang mengalami kemunduran ekonomi.Meskipun mengalami kemunduran ada beberapa negara yang diperkirakan akan mengalami peningkatan ekonomi. Dan Indonesia pun disektor bidang tertentu mengalami kenaikan untuk membangun ekonomi.



sumber :

http://www.wartaekonomi.co.id/berita-130815423-10-negara-calon-bintang-ekonomi-2011.html

http://www.datastatistik-indonesia.com/component/option,com_tabel/kat,10/idtabel,1011/Itemid,945/

elearning.gunadarma.ac.id/.../perekonomian_indonesia/bab3-peta_perekonomian_indonesia.pdf